Rahasia Agar Panjang Umur

Posted by agus ariefandy on Thursday, 18 August 2011

Para peneliti dari Rumah sakit pusat Boston di Amerika menemukan bahwa sinar matahari saat musim panas mampu meningkatkan hormon seks testosteron yang meningkatkan libido. Peningkatan hormon ini dikarenakan paparan vitamin D yang berasal dari sinar matahari.


Alasan lainnya, mengapa seks itu menyehatkan, seperti dilansir dailymail, diketahui bahwa kegiatan seks membakar kalori lebih banyak dan dalam sebuah survey ditemukan setidaknya 87% responden menyetujui seks merupakan aktivitas yang paling digemari perempuan untuk tetap menjaga kebugaran tubuh. Berikut beberapa manfaat seks yang mampu memperpanjang usia Anda.

Tes kesehatan mata
Seks melemaskan otot-otot dan meredakan ketegangan area bahu dan leher. Dr Arun Ghosh, seksolog RS Spire Liverpool, menuturkan seks dapat menjadi patokan Anda dalam mengukur skala kesehatan mata. Bila setelah berhubungan seks Anda mengalami penglihatan yang buruk, sebaiknya segera konsultasi ke dokter.

“Hal yang terjadi adalah, seperti semua otot lain dalam tubuh, otot mata yang telah rileks akan melakukan fungsi utama mereka secara normal, tidak tegang atau pun harus memicingkan mata,” katanya.

Melindungi tubuh dari serangan jantung
Seks dapat melindungi jantung Anda. Sebuah studi di Universitas Queen di Belfast menemukan bahwa melakukan hubungan seks tiga kali seminggu dapat mengurangi resiko serangan jantung dan struk.
Studi lain di Israel menyebut perempuan yang memiliki dua kali orgasme dalam satu minggu, 30% berkurang resiko sakit jantung dibandingkan mereka yang tidak menikmati seks atau orgasme.

Dr Lisa Turner, terapis seks dan relationship, mengatakan sebuah teori menyebutkan bahwa perempuan yang merasa tertekan, kerap dikaitkan dengan resiko terkena serangan jantung. Nah, saat berhubungan seks, hormon endorfin yang dilepaskan menetralisir hormon stress dalam tubuh.

Lantas bagaimana dengan rumor yang menyebut bahwa seks memicu serangan jantung? Dr Graham Jackson, konsultan jantung RS London Bridge menjawab kemungkinan tersebut sangat kecil, Setidaknya hanya menyumbang 1% dari keseluruhan penyebab serangan jantung. Namun jika Anda berusia lebih dari 50tahun dan mengalami obesitas atau kegemukan, resiko serangan jantung lebih disebabkan oleh hal tersebut, bukan faktor hubungan seksnya.

“Sebagian orang yang mengalami masalah tersebut, menjadikan seks sebagai aktivitas penurunan berat badan dan sebagainya. Dalam sebuah penelitian perilaku ini menyumbang setidaknya 75% penyebab kematian terkait seks dan 90% pada pria yang lebih tua usianya. Diperkirakan karena kombinasi makanan berlemak tinggi, alkohol serta berhubungan dengan pasangan yang lebih muda yang memiliki stamina lebih. Ini yang dapat memicu serangan jantung,” pungkasnya.
sumber(perempuan)


Follow Jiwaku On

Masukkan Email Anda dan Dapatkan Update Berita Jiwaku :

Baca Artikel Lainnya