Belajar Sikap Hidup Sederhana

Diposkan oleh agus ariefandy on Selasa, 23 Agustus 2011


Rasulullah SAW selama hidupnya adalah seorang pribadi yang sederhana. Meskipun beliau memiliki pengaruh dan kekuasaan yang besar, tak terbesit dalam diri beliau memanfaatkannya untuk memiliki harta yang berlimpah. Sikap hidup sederhana beliau tidak hanya sebatas pada perilakunya, namun juga pada apa yang dimilikinya. Hal itulah yang beliau tunjukkan dalam kehidupan sehari-hari. 



Dalam kehidupan dunia yang semakin materialistis ini, sikap hidup sederhana merupakan sesuatu yang langka. Banyak orang cenderung memperlihatkan kemewahannya dan berlebihan dengan apa yang mereka miliki. Banyak orang merasa tidak puas dengan apa yang dimilikinya saat ini. Salah satu misal, ketika saat ini Allah memberikan rejeki berupa motor, mereka menginginkan mobil. Dan bila telah memiliki mobil mereka menginginkan hal yang lebih dari pada itu. Dan akan seterusnya begitu.

Perilaku tersebut seringkali menjerumuskan kita kepada perilaku yang bertentangan dengan ajaran Islam. Kita terkadang malah kurang bersyukur atas apa yang diberikan Allah kepada kita. Ketika kita berperilaku berlebihan, sering kali mata kita dibutakan terhadap hal-hal mewah duniawi. Dan mungkin ini pulalah yang sering menyeret kita kedalam tindakan-tindakan yang bertentangan dengan moral kita, misalnya saja korupsi, guna mengejar kehidupan materialistis tersebut. Padahal, esensi hidup sederhana adalah merasa cukup dengan apa yang telah diberikan Allah kepada kita, dan apa yang kita miliki saat ini.

Hidup sederhana adalah hidup yang tidak berlebih-lebihan, tidak bersikap menunjukkan kemewahan di hadapan orang banyak. Hidup sederhana juga berarti adanya sifat qana'ah dan senantiasa berlaku adil serta mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita. Sikap hidup sederhana juga mangandung arti bersikap secara proporsional (menempatkan sesuatu pada tempatnya), menggunakan harta yang kita miliki untuk kemaslahatan umat, senantiasa berinfak dan membayar zakat.

Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh bahagia orang-orang yang masuk Islam, rejekinya cukup dan Allah menjadikan dia qana'ah, berhati rela menerima segala pemberianNya." 

Dalam hal lain, beliau juga menyampaikan "Beruntunglah orang yang diberi petunjuk kepada Islam, penghidupannya sederhana dan merasa cukup (qana'ah) dengan apa yang ada."

Dalam berperilaku hidup sederhana bukan berarti tidak diperkenankan memiliki harta kekayaan. Namun, dalam hak kepemilikannya harus didapatkan sesuai dengan apa yang digariskan dalam syari'ah dan bukan dengan cara-cara yang sebaliknya. Wallahualam bishawwab.
sumber(hitamputih)


Follow Jiwaku On

Masukkan Email Anda dan Dapatkan Update Berita Jiwaku :

Baca Artikel Lainnya