4 Hal Penyebab Anda Gagal Saat Interview

Posted by agus ariefandy on Saturday, 30 March 2013

INTERVIEW menjadi salah satu babak penting dalam tahap mencari pekerjaan. Agar sukses melewatinya, Anda perlu menghindari beberapa kesalahan berikut.

Setiap orang tentu punya pekerjaan impian. Saat kesempatan sudah di depan mata, tentu Anda tak boleh menyia-nyiakannya. Terlebih, saat Anda sudah masuk dalam tahap interview.

Berikut ini beberapa hal yang bisa membuat Anda gagal dalam wawancara kerja, sebagaimana dilansir Cosmopolitan.

Membicarakan keburukan mantan bos

Meskipun Anda memiliki mantan atasan yang begitu menyebalkan, hindari keinginan untuk membicarakan keburukannya. Sebab, yang akan terlihat buruk justru Anda sendiri. Sebanyak 95 persen perekrut setuju, jika Anda membicarakan hal ini, orang akan selalu mengingatnya.

Bertanya tentang hari libur

Tak sedikit orang yang bertanya apakah dirinya bisa mengambil cuti pada liburan yang sudah direncanakannya. Namun, sekira 69 persen rekruiter setuju bahwa interview bukanlah saat yang tepat untuk menanyakan liburan, pada pekerjaan yang bahkan belum jadi milik Anda.

Berpenampilan seksi

Sejumlah 95 persen rekruiter berkata, bahwa berpenampilan terlalu seksi adalah hal yang tak pantas dilakukan saat wawancara. Simpanlah koleksi baju seksi Anda sementara di lemari. Pilihlah baju yang lebih sopan dan pantas untuk ke kantor.

Memakai jins

Meskipun perusahaan yang Anda tuju tidak menentukan dress code khusus, namun hindari menggunakan denim. Setidaknya 95 persen rekruiter berharap Anda untuk berpenampilan formal saat wawancara.
sumber "okezone"
More about4 Hal Penyebab Anda Gagal Saat Interview

Keberanian Menempuh Resiko

Posted by agus ariefandy

"Semua mimpi kita dapat menjadi kenyataan, jika kita punya keberanian untuk mewujudkannya" - Walt Disney


Dear Sobat Jiwaku yang pemberani,

Banyak orang yang ingin sukses, tapi hanya sedikit yang berani mengambil risiko.

Larry Osborne pernah mengatakan bahwa,
 "Hal paling mencengangkan dari para pemimpin yang paling efektif adalah betapa sedikitnya persamaan dalam diri mereka. Tetapi ada satu sifat menonjol yang mudah dikenali yaitu kesediaan mereka menempuh risiko."

Rasa takut akan membatasi seseorang. "Hasrat untuk merasa aman menghambat setiap usaha yang besar dan mulia, sedangkan keberanian m emberi pengaruh sebaliknya," demikian kata Tacitus,
sejarahwan Romawi.

Keberanian akan membuka pintu pada hal yang paling bermanfaat. Keberanian bukan saja memberikan permulaan yang baik, tetapi juga masa depan yang lebih baik. Ironisnya, tidak semua orang memiliki keberanian untuk mengambil risiko. Orang yang memiliki keberanian sebenarnya juga mengalami ketakutan yang sama besarnya dalam hidup mereka. Satu-satunya perbedaan adalah orang yang berani tidak memberi peluang untuk mengkhawatirkan hal-hal yang remeh

Eleanor Roosevelt menegaskan, "Anda mendapatkan kekuatan, keberanian dan keyakinan dalam setiap pengalaman, ketika Anda mulai benar-benar berhenti merasa takut."

Sobat, katakanlah pada diri Anda, "Saya telah berhasil mengatasi ketakutan ini. Saya pasti mampu menghadapi ketakutan berikutnya." Kerjakanlah hal yang Anda sangka tidak dapat Anda kerjakan dan lakukan sesuatu yang selama ini Anda takuti mulai hari ini. By : Anne Ahira
More aboutKeberanian Menempuh Resiko