Pikiran Anda Sudah Cukup dan Titik Balik

Posted by agus ariefandy on Thursday, 24 March 2011


Pikiran anda sudah cukup

Andaikata kita bisa mengumpulkan bersama dalam suatu aula semua pemikir besar:Konfusius, Plato, Marcus Aurelius, Baruch Spinoza, William James, Sigmaund Freud. Seandainya kita menanyai mereka satu demi satu, “Apa yang mesti dilakukan agar orang melepaskan diri dari belenggu dan meraih kebebasan?”

Mereka mungkin akan memberikan jawaban yang sama. Jawaban mereka itu terungkapkan dalam kalimat yang berbeda. Namun, karena kebenaran itu sejati, maka mereka akan sepakat :

Ubah cara berpikir.”

Cermati kepercayaan diri Anda.”

Ubah sikap Anda.”

Ubah cara pandang Anda.”

Lawan prasangka Anda.”

Bhagavad Gita, sebuah kitab suci dari timur, menyimpulkan seperti ini : “Seseorang dibentuk oleh kepercayaannya. Karena dia percaya dia ada.”

Kesimpulan apa yang bisa diambil? Serupa anak kecil yang melihat laut untuk pertama kali. Ketika ditanya apa yang dipikirkannya, dia berujar, “Saya senang melihat laut, dan itu sudah cukup!”

Pikiran, ketika bekerja secara benar, cukup untuk memenuhi setiap hasrat.

Seorang perwira polisi memerintahkan sekelompok polisi berbaris di ruang latihan dengan memegang pistol. “Bidikkan adalah segalanya,” ucapnya kepada mereka. “Apabila bidikan kalian tepat. Kalian tidak akan gagal menembak sasaran.”

Sang perwira polisi lantas mengangkat revolver yang dilengkapi senter kecil  yang dipasang sejajar dengan larasnya. Seraya mematikan semua lampu ruangan, dia menyorotkan senter kea rah sasaran. “Dan lihat,” katanya lagi, “kalau kalian membidik dengan benar, bidikan kalian tidak akan meleset.”

Itu sungguh gagasan yang bagus untuk diingat. Begitu pula ketika anda membaca artikel ini, tentukan bidikan, tentukan satu saja, untuk memahami rasa kekuatan mental. Dengan melakukannya, anda akan menuai keuntungan.

Titik Balik

Seseorang, pada suatu waktu dalam kehidupannya, mendengar suara hati yang membenarkan apa yang samar-samar dia rasakan : bahwa semuanya keliru. Dia melihat, dalam banyak hal, hidup nya begitu menjemukan, bahkan memuakkan. Kesadaran ini seharusnya diperhatikan. Jika dia menggubrisnya, dan tidak menekannya lantaran menganggapnya sebagai sesuatu yang “buruk”, itu bisa menjadi titik balik kehidupannya.
Apabila Anda kecewa, rendah diri, atau cemas, maka bergembiralah!  

Semua itu diperlukan dalam menemukan jati diri yang lebih kaya. Rasa kecewa menandakan Anda jujur menghadapi cara hidup Anda yang tak menyenangkan. Berarti Anda melihat untuk pertama kali bahwa apa yang tidak bekerja dengan baik tidaklah bermanfaat. Kecemasan atas keadaan diri mesti terjadi sebelum jati diri yang lebih tinggi muncul. Orang puas tidak pernah menanjak naik ke tingkat yang lebih tinggi. Kecewalah jika itu yang dirasakan, dan bergembiralah. Anda telah mengatasi kebiasaan yang negatif meskipun hanya sedikit.

Langkah awal menemukan jati diri yang lebih kaya ialah dengan merasa bosan pada penjelasan yang tidak menawarkan apa-apa. Ada banyak orang yang amat bersemangat memberi nasihat tentang cara menjalani hidup. Kebanyakan tidak hanya berharga bagi diri mereka namun juga menempatkan diri Anda pada jalur yang benar. Para konselor boleh jadi orang yang baik, tetapi tidak berarti mereka tahu apa yang mereka bicarakan tentang diri Anda. Sebagaimana ucapan jenaka seseorang, “Saya baru tahu mereka meminta nasihat kepada teman-teman saya. Saya baru tahu mereka ternyata juga bingung seperti diri saya.”

Hanya kebenaranlah yang dapat diandalkan.

Sumber : Buku Secrets of Mental Magic; Oleh : Vernon Howard




Follow Jiwaku On

Masukkan Email Anda dan Dapatkan Update Berita Jiwaku :

Baca Artikel Lainnya