Bersyukur atas Kesuksesan yang Diraih, Jauhi Sikap Sombong

Posted by agus ariefandy on Friday, 11 March 2011

Ada dua pekara amat penting yang harus disadari saat kita mengejar kesuksesan di dunia ini. Yang pertama adalah kerja keras dan kedua adalah berdoa kepada ALLAH agar apa yang kita inginkan tercapai. 

Sesungguhnya apa yang ada di muka bumi ini semua nya adalah milik ALLAH dan Dia akan memberikan kepada siapapun yang kepadanya Ia berkenan. Sebagai hamba-Nya kita dituntut untuk berusaha dan bersyukur atas segala pemberian-Nya. Namun kehidupan sehari-hari sering memperlihatkan bahwa apabila seseorang bisa mendapatkan apa yang dia inginkan dengan kerja kerasnya, maka dia lupa bahwa yang dia dapatkan itu sesungguhnya pemberian dari ALLAH. Dia menjadi sombong dan kikir. Bahkan ada cerita-cerita bagaimana kesuksesan telah membat mereka “lupa” akan keluarganya, bahkan pada orang tua kandung nya. Posisi tinggi telah membuatnya malu mengakui keluarganya yang miskin. Mereka mau dihormati dan dilayani. Akibatnya, keluarga mereka menjadi berantakan, karier mereka terguncang, dan akhirnya nama baik mereka tercemar.

Disini saya akan memberikan penjelasan dari judul diatas “Bersyukur atas Kesuksesan yang Diraih, Jauihi Sikap Sombong dengan “Kisah Malaikat dengan Tiga Orang Yahudi”. Begini Cerita nya..


        Sekali waktu Abu Hurairah ra. Menceritakan kisah yang pernah disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW mengenai tiga orang yahudi yang telah diuji oleh ALLAH.

        Satu hari ALLAH ingin menguji tiga orang yahudi yang menderita penyakit yang berbeda-beda. Seorang menderita penyakit kusta, seorang menderita botak dikepala, dan seorang lagi buta. ALLAH mengutus malaikat yang menyamar sebagai orang kaya dan mendatangi si penderita kusta dengan bertanya, “Hal apakah yang paling engkau inginkan?” Si penderita kusta menjawab, “Aku sangat menginginkan kulit yang bagus dan halus serta sembuh dari penyakit kusta yang membuat orang membenciku.” Malaikat itu mengusap tangan sipenderitaa kusta dan seketika juga sembuhlah penyakit nya. Kulitnya menjadi putih bersih dan halus.

        Kemudian malaikat bertanya lagi. “Hata apa yang paling engkau inginkan?”  “Unta”, jawabnya. Maka malaikat memberinya seekor unta yang sedang mengandung, sambil berkata, “Semoga ALLAH memberkatimu dengan pemberian ini”.

        Kemudian sang malaikat pergi menemui si botak dan bertanya,  “Hal apakah yang paling engkau inginkan?” Si botak menjawab, “Rambut yang bagus dan kepalaku tidak lagi botak sehingga orang-orang tidak akan menghinaku lagi.”  Sang malaikat mengusapkan tangan di kepalanya, seketika itu juga tumbuhlah rambut yang bagus menghias kepalanya. Malaikat itu bertanya lagi, “Harta apa yang paling kau inginkan?” Dia menjawab, “Sapi”.  Sang malaikat memberinya seekor sapi yang sedang mengandung sambil berkata, “Semoga ALLAH memberkatimu dengan pemberian ini”.

        Setelah itu, sang malaikat mendatangi si buta dan bertanya, 
“Hal apakah yang paling kau inginkan?” Si buta menjawab, “Aku ingin ALLAH mengembalikan penglihatanku agar aku bisa melihat alam sekitar”. Lalu malaikat mengusapkan tangannya di mata si buta dan ALLAH pun mengembalikan penglihatannya. Kemudian malaikat bertanya, 
“harta apa yang paling kau inginkan?” Si buta menjawab, “Kambing yang sedang mengandung”. Dan ALLAH pun mengabulkan keinginannya .
Sekian tahun telah berlalu, masing-masing dari ketiga hewan tersebut telah beranak pinak dan sipemilik yang dulunya miskin kini telah menjadi kaya serta memiliki padang gembala khusus bagi hewan-hewan tersebut.

        Suatu hari, sang malaikat kembali mendatangi mereka satu per satu dengan menyamar sebagai penderita kusta untuk menemui si penderita kusta yang telah sembuh. Ia berkata sambil mengiba, “Tuan, aku sangat menderita dan kehabisan bekal perjalanan. Aku tidak bisa hidup sekarang kecuali atas pertolongan ALLAH. Aku memohon kepadamu atas nama ALLAH yang telah menganugerahi warna kulit yang bagus dan harta berupa unta, berilah aku bekal untuk meneruskan perjalananku”. mantan penderita kusta tadi mencela, “Banyak sekali permintaanmu!”

        Sang malaikat lantas berkata, “Rasanya aku mengenalmu. Bukankah engkau dulu si penderita kusta yang fakir dan dikucilkan orag-orang, lalu ALLAH menyembuhkanmu dan memberi harta seekor unta”. Dengan sombongnya si penderita kusta berkata, “Aku kaya karena mewarisi kekayaan ini dari seorang kaya yang lain dan aku berusaha keras membuat unta ini berkembang biak”. Sang malaikat menimpali, “Sekiranya engkau berbohong, ALLAH akan mengembalikanmu seperti dulu”.

        Kemudian sang malaikat mendatangi si botak yang telah dikaruniai rambut indah dengan menyamar sebagai orang botak. Dia mengucapkan hal yang sama seperti yang dikatakannya kepada mantan penderita kusta tadi. Si botak juga menjawab dengan jawaban yang sama seperti penderita kusta. Lalu malaikat berkata, “Seandainya engkau berdusta, ALLAH akan mengembalikanmu seperti dulu”.

        Selepas itu, sang malaikat mendatangi si buta dengan menyamar sebagai orang buta, “Tuan, aku ini seorang ibnu sabil( Orang yang dalam perjalanan atau orang asing yang tidak memiliki biaya untuk kembali ke tanah airnya ) yang malang dan kehabisan bekal untuk meneruskan perjalanan. Aku bisa hidup sekarang ini semata-mata atas pertolongan ALLAH. Aku memohon kepadamu atas nama ALLAH yang telah mengembalikan penglihatan mu serta memberimu harta berupa kambing, berilah aku bekal untuk meneruskan perjalananku”. Si buta menjawab, “Sesungguhnya, dahulu aku juga seorang buta, lalu ALLAH mengembalikan penglihatanku, maka ambillah apa yang engkau inginkan dan tinggalkan apa yang tidak engkau kehendaki. Aku tiada keberatan engkau mengambil sesuatu demi kepentingan ALLAH Yang Maha Esa, karena Dia-lah yang telah menganugerahkan semua harta milikku ini. Sang malaikat menjawab, “Milikilah hartamu itu! Sesungguhnya aku hanya ingin menguji tingkat kesyukuranmu. ALLAH telah meridhoimu dan murka dengan kedua temanmu (si penderita kusta dan si botak)”.

        Dari kisah cerita diatas, bisa kita ambil kesimpulan, Sewaktu kita dikaruniai kesuksesan dan  kekayaan oleh ALLAH, jangan sesekali menganggap bahwa hal itu adalah berkat usaha kita semata. Sesungguhnya semua itu milik ALLAH yang telah mengabulkan permohonan kita melalui kerja keras dan doa. Apabila kita didatangi oleh seseorang yang membutuhkan pertolongan, bantulah dengan ketulusan hati tanpa memikirkan kita akan kehilangan apa yang kita miliki supaya mereka juga bisa menikmati berkah ALLAH seperti kita.

        Semoga bermanfaat..

        Sumber : Buku Breaking Fee; Md. Radzi Saleh;  halaman 77 – 81.






Follow Jiwaku On

Masukkan Email Anda dan Dapatkan Update Berita Jiwaku :

Baca Artikel Lainnya