Beberapa Anggapan Keliru Bikin Perokok Malas Berhenti

Posted by agus ariefandy on Tuesday, 27 September 2011


MENKES Endang Rahayu Sedyaningsih menyatakan Indonesia menempati urutan ketiga perokok terbanyak di dunia. Sulitnya seseorang lepas dari jeratan rokok sebagian lantaran anggapan keliru yang beredar.

Data WHO pada 2001 menyatakan, Indonesia menempati urutan ketiga jumlah perokok terbanyak di dunia, setelah China dan India. Bahkan untuk tingkat ASEAN, Indonesia menempati urutan pertama. Posisi ini rupanya tidak bergeser hingga kini berganti dekade.



“Mengenai prevalensi perokok yang jauh meningkat. Dari tahun 2000-2010 mengalami peningkatan, baik di kalangan perokok laki-laki maupun perempuan,” kata Menkes di Kantor Presiden, Senin (26/9/2011) malam.

Menkes menambahkan, jumlah perokok pria dengan usia di atas 15 tahun mencapai 66 persen, sedangkan perokok wanita 4 persen. Peningkatan juga terjadi pada perokok pemula berusia 10-14 tahun, demikian juga 15 tahun. Jelas, banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah guna meregulasi tembakau sebagai zat adiktif dalam kaitan dampaknya bagi kesehatan.

Bagi banyak perokok, sulit keluar dari kebiasaan yang sudah menahun hingga menjadi bentuk kenyamanan, meski tahu rokok itu mematikan. Beberapa anggapan keliru melingkupi rokok dan perokok menjadikannya malas berhenti, seperti diulas Thescooponsmoking:

Merokok tidak menyakiti siapapun, kecuali diri saya sendiri

Faktanya, sekira 49.000 perokok pasif meninggal setiap tahun. Hal tersebut disebabkan ketika merokok, Anda memaparkan asap rokok kepada anak-anak, saudara, atau keluarga yang dapat mengakibatkan kanker paru, penyakit jantung, asma, ataupun penyakit lainnya.

Menghisap cerutu dan mengunyah tembakau aman karena tidak dihisap

Bukan hanya asap rokok yang dapat membunuh seseorang. Kematian akibat kanker pada pria perokok sekira 34 persen lebih tinggi dibandingkan yang tidak merokok. Mereka yang hanya mengunyah tembakau, berpotensi terkena kanker mulut yang berefek pada lidah, bibir, dan pipi.

Selain itu, berdasarkan sebuah penelitian, sebanyak 6.300 perokok ringan (less tobacco) memiliki risiko meninggal akibat kanker dan penyakit jantung dua kali lipat lebih tinggi daripada non-perokok.

Merokok atau chewing tobacco dapat menurunkan tekanan darah

Hal tersebut tidak benar. Sebuah grup peneliti di Stockholm, Swedia, meneliti 135 orang sehat dengan kondisi tekanan darah tinggi. Setelah diukur, para peneliti menemukan bahwa mereka yang merokok ataupun mengunyah tobacco memiliki tekanan darah yang lebih tinggi dibandingkan yang tidak merokok.

Jika saya hanya menggunakan rokok filter, menthol, ataupun dengan kadar tar yang rendah, maka saya akan baik-baik saja

Perokok-perokok tersebut akan menghisap rokok dengan lebih dalam untuk mendapatkan kadar nikotin yang mereka butuhkan akibat efek kecanduan. Meskipun menggunakan filter, nikotin, dan beberapa zat berbahaya lainnya tetap terhisap dan masuk ke tubuh.

Saya telah merokok selama bertahun-tahun, maka tidak ada gunanya jika saya berhenti sekarang

Jika Anda merokok, maka Anda memperpendek usia Anda. Berita baiknya ketika berhenti merokok, Anda tidak hanya memperlancar sistem pernapasan, juga memerbaiki indra pengecapan.
sumber(Okezone)


Follow Jiwaku On

Masukkan Email Anda dan Dapatkan Update Berita Jiwaku :

Baca Artikel Lainnya