Kimono vs Komodo, Pertunjukan `Liar` Ala Jepang

Posted by agus ariefandy on Thursday, 28 November 2013

Kimono vs Komodo, Pertunjukan `Liar` Ala Jepang -- Jangan remehkan Komodo. Gigitan kadal raksasa itu sanggup menelan utuh-utuh mangsanya -- kerbau atau manusia sekalipun dan memuntahkan sisa-sisa yang tak dapat ia cerna: rambut dan sebagian tulang. Hewan itu juga bisa bergerak dengan cepat.


Namun, seorang perempuan bernyali justru menantang komodo. Ia mengikatkan sebongkah daging ke tubuhnya, menggoda naga komodo yang langsung mengejarnya. Aksi nekat itu adalah bagian dari acara televisi.

Ayako Imoto, nama perempuan itu, adalah seorang petualang sekaligus selebritis Jepang. Ia beraksi dengan mengenakan Kimono, pakaian khas Negeri Sakura.

Saat komodo mulai mengejarnya, Ayako segera membungkuk dan lari. Makin cepat, menghindar dari kejaran hewan buas.

Ayako lari ke arah kerumunan kru yang langsung bubar. Pertolongan lantas datang saat para pawang menenangkan komodo lapar itu dengan tongkat. Berhasil, meski efektifitas cara tersebut dipertanyakan.
Ini adalah aksi kedua Ayako menggoda Komodo. Beberapa tahun lalu ia beraksi mengenakan pakaian sekolah -- yang lebih gampang untuk bergerak dibanding kimono.

Perempuan nekat tersebut punya segmen satwa liar di televisi Jepang dan dikenal untuknya keberaniannya yang jenaka.

Ia bahkan keliling dunia dan melakukan tindakan berbahaya seperti bergulat dengan buaya, menangani predator mematikan, sampai balap lari dengan cheetah -- hewan paling cepat di dunia.

Sementara, lawannya kini, Komodo adalah kadal terbesar di dunia, ia bisa bergerak dengan kecepatan 15 mil per jam, dan mengendus mangsa yang jauhnya beberapa kilometer.

Nenek 83 Tahun Lawan Komodo

Jika Ayako melakukan aksinya demi acara televisi, lain lagi dengan nenek Haisah. Perempuan sepuh berusia 83 tahun itu harus melawan komodo demi nyawanya.

"Aku tendang komodo itu dengan satu kakiku sekuat tenaga, hanya satu tendangan, tapi membuat komodo melepaskan gigitannya. Aku lalu berteriak minta tolong." Haisah juga mengusir komodo dengan sapu yang ia rakit.

Untung nyawa nenek pemberani itu selamat, meski pergelangan tangannya luka parah akibat serangan komodo. Ia bahkan membutuhkan total 35 jahitan di rumah sakit di kota terdekat dari Labuan Bajo.

Kisah nenek"jagoan" yang bertarung melawan kadal monitor ganas itu menjadi sorotan media internasional. (Liputan6)


Follow Jiwaku On

Masukkan Email Anda dan Dapatkan Update Berita Jiwaku :

Baca Artikel Lainnya