Makanan & Minuman Dingin Picu Pembekuan Otak?

Posted by agus ariefandy on Tuesday, 24 April 2012



Beberapa waktu terakhir ini, cuaca di siang hari sangat lah panas. Banyak orang yang melakukan aktivitas di luar sana. Setelah berjam-jam melakukan aktivitas di panas nya siang hari, tentu minuman dingin sangatlah menggoda untuk di minum, dan banyak orang melakukan itu untuk mendinginkan suhu badan. Terkadang ada yang merasakan sakit yang luar biasa di kepala.  Sebuah studi baru mengklaim telah menemukan penyebab sensasi dingin ke kepala tersebut yang sering dinamakan pembekuan otak. Para peneliti mengatakan temuannya bisa mengarah pada pengobatan yang lebih baik bagi penderita sakit kepala lainnya, seperti migrain atau cedera otak traumatis.

Menurut penelitian, hampir semua orang mengalami pembekuan otak di beberapa titik dalam kehidupannya. Hal tersebut dipicu karena minum minuman dingin, makan es krim atau beberapa produk dingin lainnya yang menghantam langit-langit atas mulut Anda.

Penelitian mengenai hal ini dipresentasikan minggu ini pada pertemuan Experimental Biology 2012 di San Diego, para peneliti menginduksi pembekuan otak pada 13 orang dewasa sehat dengan meminta peserta untuk meneguk air es dingin dengan sedotan pada langit-langit atasnya.

Aliran darah peserta di otak mereka dimonitori dengan alat "transcranial doppler test," dan menemukan sakit kepala yang tiba-tiba dirasakan tampaknya dipicu oleh peningkatan aliran darah pada arteri serebral anterior otak secara mendadak.

Rasa sakit kepala hilang ketika aliran darah pada arteri telah kembali normal setelah peserta diberi minum air hangat.

Penderita migrain atau penderita sakit kepala yang lain lebih mungkin mengalami sakit kepala karena pembekuan otak daripada orang yang sehat. Hubungan yang mungkin terjadi adalah karena terjadinya perubahan lokal dalam aliran darah otak.

"Otak adalah salah satu organ sangat penting dalam tubuh dan perlu bekerja sepanjang waktu. Otak cukup sensitif terhadap suhu, sehingga diperlukan obat baru yang disebut vasodilasi agar darah hangat mengalir di dalam jaringan untuk memastikan otak tetap hangat. Jika keadaan ini terus berlanjut akan mengakibatkan tekanan darah di otak terus menurun hingga mencapai tingkat berbahaya," kata Dr. Jorge Serrador, salah seorang peneliti dari Harvard Medical School di Boston seperti dilansir cbsnews, Selasa (24/4/2012).


Follow Jiwaku On

Masukkan Email Anda dan Dapatkan Update Berita Jiwaku :

Baca Artikel Lainnya