Pemeran Mahar Laskar Pelangi Meninggal

Posted by Unknown on Monday, 12 January 2015

Jiwaku - Pemeran Mahar Laskar Pelangi Meninggal - Gempar dikabarkan Pemeran Mahar dalam film Laskar Pelangi ditemukan meninggal dunia dikamar kos nya.
Menurut keterangan salah satu teman veris yg menjadi saksi, Zulfani Fasa, dua hari lalu, pemeran Mahar dalam LASKAR PELANGI ini mengeluh sakit kepala dan pusing.
Zulfani berniat untuk membawanya ke dokter, Veris menolak tawaran nya dan memilih untuk tinggal di kosnya.
Sekitar jam 08.00 pagi, saksi mengaku kalau dia melihat Veris mengalami muntah. Saksi pun kemudian meninggalkan mahasiswa IKJ semester 3 tersebut pada pukul 14.30 untuk berangkat kuliah.
Namun naas untuk Zulfani yang menemukan Veris sudah tergeletak dalam keadaan tidak bernafas. Saksi pun segera melaporkan kejadian ini pada pihak yang berwajib.
Polisi yang mengambil alih kejadian ini tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh Veris. Sampai sekarang pun penyidikan masih terus berlanjut untuk mengetahui penyebab kematian pada aktor arahan Andrea Hirata tersebut.
More aboutPemeran Mahar Laskar Pelangi Meninggal

Motivasi untuk Pemuda Indonesia by Susi Pudjiastuti

Posted by Unknown on Wednesday, 29 October 2014

Motivasi untuk Pemuda Indonesia by Susi Pudjiastuti - Berikut kutipan lengkap surat Menteri Susi untuk para pemuda Indonesia:

Pemuda pemimpin masa depan…

Inilah sepenggal kisah dari saya,

Saya mengenal dunia usaha sejak remaja. Tepatnya sejak saya memutuskan untuk meninggalkan bangku sekolah tahun 1982. Waktu itu saya baru kelas 2 SMA.

Saya sadar dengan hanya berbekal ijazah SMP, tak akan ada satupun perusahaan yang mau mempekerjakan saya. Kalaupun ada hanya sebatas sebagai cleaning service.

Tapi pada saat itu saya yakin bahwa putus sekolah bukanlah akhir dari segalanya. Meskipun mungkin keputusan itu salah; saya tidak pernah menyesalinya.

Yang saya sangat tahu waktu itu adalah “School was just not my thing”. Saya selalu punya keyakinan kalau kita mau berbuat sesuatu pasti akan ada jalan, saya selalu percaya bahwa manusia diberi pilihan untuk menciptakan jalan hidup yang dipilihnya.

Saya ciptakan sebuah usaha, pekerjaan yang yakin akan menghasilkan uang, di mana akhirnya saya tidak harus bergantung dengan orang lain.

Saya tidak suka ketergantungan, karena ketergantungan akan mengurangi kemandirian. Tanpa kemandirian kita akan selalu dalam keterbatasan dalam menciptakan atau mengerjakan sesuatu, sehingga akhirnya hasilnya tidak sesuai dengan yang kita rencanakan.

Kehidupan nelayan di Pangandaran dan pesisir Pantai Selatan Jawa, begitu keras dan penuh resiko, dinihari melaut siang/sore baru pulang, setiap hari tidak peduli ombak atau cuaca untuk sebuah keyakinan.

Ini banyak memberikan kepada saya keyakinan & lebih mengerti makna hidup adalah sebuah keyakinan.

Masa-masa itu untuk bertahan hidup saya jualan Bed Cover, cengkeh, hingga akhirnya menjual ikan hasil tangkapan para nelayan. Pokoknya apa saja yang bisa saya kerjakan akan saya kerjakan.

Ketika pada akhirnya saya fokus di bisnis hasil tangkapan Lobster nelayan, peluang besar itu akhirnya datang. Tantangannya adalah saya harus membawa Lobster hidup dari Pangadaran ke Jakarta untuk diekspor ke luar negeri.

Perjalanan yang jauh, berjam-jam membuat angka kematian sangat tinggi. Hal ini membuat saya bertekad menerbangkan lobster-lobster hidup tadi dengan pesawat kecil ke Jakarta.

Para pemimpin masa depan, dalam hidup ini kita juga harus berani mengambil resiko.

Ini terjadi ketika saya kembali nekat memutuskan mendaratkan pesawat kecil saya di Meulaboh dan Pulau Simeuleu, setelah tsunami menggerus pesisir timur propinsi NAD.

Semua orang tergerak untuk membantu, termasuk saya. Tanpa izin terbang bahkan ijin operasi, tanpa kepastian bisa mendarat atau tidak, saya akhirnya bisa meyakinkan semua pihak, Meulaboh bisa ditembus lewat udara.

Dan sejak hari itu bantuan mengalir ke sana. Ini bukanlah kisah heroik saya.

Namun, ada perasaan “Hangat” (saya merasakan “good feeling” yang luar biasa!) menyusup ke dalam hati kita, ketika kita mampu berbuat sesuatu untuk orang lain karena kita bisa & memutuskan untuk melakukannya.

Keyakinan, keberanian seperti inilah yang membuat saya bertahan dan menjadi seperti sekarang ini; membawa pesawat-pesawat kecil saya menembus pedalaman, pelosok Indonesia.

Pemimpin masa depan, saya tahu tidaklah mudah memulai sebuah usaha di negeri kita tercinta ini.

Begitu banyak barikade yang harus kita hadapi, dari regulasi yang tidak fleksibel, paper work exercise yang berlapis yang mencekik kita, bahkan setelah kita menjadi sebesar sekarang.

Tapi itulah tantangan kita, untuk membuat lingkungan usaha lebih kondusif bagi semua pihak, untuk menciptakan lapangan kerja dan kesempatan untuk lebih banyak anak bangsa.

Yang saya lakukan hanyalah sebagian dari tujuan kita untuk menjadi bagian Indonesia. Memudahkan, mendekatkan anak-anak bangsa dengan ibu kota, atau kabupaten dengan propinsi.

Mengubah hari perjalanan menjadi hanya satu jam atau dua jam saja. Ikut berpartisipasi menjaga NKRI.

Pesan saya untuk para pemimpin masa depan: mulailah ubah pola pikir kita, untuk selalu mau bekerja keras jangan berleha-leha.

Sangatlah tidak pantas di negeri yang kaya raya; kita menjadi miskin. Seperti tikus mati di lumbung padi. Sumber daya apa yang kita tidak punyai di negeri ini?

Saya tahu saya orang yang tidak mau diatur, diperintah atau disuruh untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan hati nurani, tapi itulah yang membuat saya menjadi manusia dengan pikiran merdeka.

Pemimpin masa depan, yakinlah keberhasilan kita untuk masa depan bangsa kita hanya kita dapatkan dengan jiwa & pikiran yang merdeka & mandiri.

Selamat berjuang.

Salam hangat,

Susi Pudjiastuti

By ; Nadya Isnaeni
Sumber : Liputan6.com

More aboutMotivasi untuk Pemuda Indonesia by Susi Pudjiastuti

Sikap adalah Aset Terpenting untuk Sebuah Kesuksesan

Posted by Unknown on Saturday, 17 May 2014

"Kelemahan sikap menjadi kelemahan karakter" - Albert Einstein

Sikap atau attitude Anda adalah kendaraan untuk mencapai potensi Anda sepenuhnya.

Robert Hall International, sebuah perusahaan konsultan di San Francisco, meminta para vice president dan direktur-direktur sumber daya manusia dari 100 perusahaan terbesar di Amerika untuk menyebutkan satu alasan utama mereka memecat seorang pekerja.

Jawabannya sangat menarik dan menggarisbawahi sikap dalam dunia bisnis:

1. Tidak kompeten : 30%

2. Ketidakmampuan bekerja sama dengan pekerja lain : 17%

3. Ketidakjujuran atau berdusta : 12%

4. Sikap negatif : 10%

5. Kurang motivasi : 7%

6. Kegagalan atau menolak mengikuti perintah : 7%

7. Alasan lain-lain: 8%

Walaupun peringkat satu adalah kompetensi, tetapi alasan terbanyak adalah masalah sikap (tidak jujur, negatif, kurang motivasi, dll).

Selain itu, The Carnegie Institute menganalisis catatan 10.000 orang dan menyimpulkan bahwa 15% kesuksesan berkaitan dengan pelatihan teknis dan 85% selebihnya adalah masalah kepribadian dan sikap.

Sikap kita menentukan apa yang kita lihat dan bagaimana kita menangani perasaan kita.

Menurut John C. Maxwell, dua faktor ini sangat menentukan kesuksesan kita. Karena itu, pastikan sikap Anda menjadi aset terbesar Anda, bukan kewajiban terbesar Anda.

More aboutSikap adalah Aset Terpenting untuk Sebuah Kesuksesan

Komitmen Untuk Berkomitmen

Posted by Unknown

"Ada perbedaan antara minat dan komitmen. Saat Anda tertarik melakukan sesuatu, Anda mengerjakannya hanya jika situasi mengizinkan. Tetapi saat Anda berkomitmen melakukan sesuatu, Anda tidak menerima alasan, hanya hasil" -Anonim

Dear sobat jiwaku,

Jika usaha Anda belum membuahkan hasil, bisnis Anda belum menghasilkan keuntungan yang Anda harapkan, atau hubungan dengan pasangan yang tengah goyah, ingatlah kembali pada komitmen awal pada saat Anda menetapkan tujuan.

Berpegang teguhlah pada komitmen tersebut. Sebuah tujuan yang gagal, proyek yang tidak selesai, hubungan yang putus, diakibatkan patahnya sebuah komitmen. Sesederhana itu, sedalam itu, dan sepenting itulah sebuah komitmen.

Sukses adalah hasil menciptakan dan menjaga komitmen Anda dan orang lain.

Sebuah tujuan tidaklah relevan, mimpi tak ada gunanya dan harapan tidaklah lebih dari sebuah gelembung mimpi, sampai Anda berkomitmen penuh untuk mewujudkannya.

Komitmenlah yang menginspirasi Anda mengeluarkan kemampuan terbaik Anda.

Komitmen memperlihatkan kepada dunia keseriusan Anda dalam bertindak. Komitmen juga melindungi serta menguatkan kredibilitas dan reputasi Anda. Komitmen memberikan Anda energi, momentum yang tak pernah berhenti, dan rasa bangga yang tak ternilai.

Komitmen juga memberikan kekuatan. Tidak peduli apa pun yang kita hadapi, sakit, kemiskinan, atau bencana, kita tidak akan teralih dari tujuan kita.

Salam sukses selalu..

Admin Jiwaku

More aboutKomitmen Untuk Berkomitmen

Video dan Lirik Lagu Demi Lovato - Let It Go

Posted by Unknown on Sunday, 5 January 2014




Let it go, let it go
Can't hold it back anymore 
Let it go, let it go 
Turn my back and slam the door

The snow glows white on the mountain tonight,
Not a footprint to be seen. 
A kingdom of isolation and it looks like I'm the queen. 
The wind is howling like the swirling storm inside. 
Couldn't keep it in, heaven knows I tried.

Don't let them in, don't let them see, 
be the good girl you always had to be. 
Conceal, don't feel, don't let them know. 
Well now they know. 

Let it go, 
let it goCan't hold it back anymore 
Let it go, let it go
Turn my back and slam the door 
And here I stand and here I'll stay
Let it go, let it go 
The cold never bothered me anyway 

It's funny how some distance makes everything seem small 
And the fuse that once controlled me, can't get to me at all. 
Up in here in the cold wind air, I finally can breathe. 
I know I left a life behind, but I'm too relieved to grieve. 

Let it go, let it go 
Can't hold it back anymore 
Let it go, let it go
Turn my back and slam the door 
And here I stand, and here I'll stay 
Let it go, let it go 
The cold never bothered me anyway 

(Standing, frozen, in the life I've chosen you will find methe past is well behind me, buried in the snow)

Let it go, let it go 
Can't hold it back anymore
Let it go, let it go 
Turn my back and slam the door
And here I stand, and here I'll stay 
Let it go, let it go
The cold never bothered me anyway, woah 
(na na, na na, na na na na) [x4] 
Na, na, you said, let it go, let it go, oooo 
Let it go  
More aboutVideo dan Lirik Lagu Demi Lovato - Let It Go

Bersahabatlah di Lingkup Pekerjaan

Posted by Unknown on Friday, 6 December 2013

"Sahabat-sahabat sejati merupakan perlindungan yang pasti" - Aristoteles

Dear Sobat Jiwaku yang bersahabat,

Bersahabatlah di Lingkup Pekerjaan - Di lingkungan pekerjaan, tak jarang terjadi persaingan. Hubungan atasan-bawahan yang kurang harmonis. Padahal sesungguhnya mengembangkan persahabatan di dalam lingkup pekerjaan adalah kerangka kerja menuju sukses. 


Presiden Abraham Lincoln pernah mengatakan, "jika Anda ingin membuat seseorang bersedia membantu Anda, ia harus diyakinkan bahwa Anda adalah sahabat yang tulus".

Hubungan yang baik membuat Anda mempengaruhi seseorang. Persahabatan merupakan hubungan positif yang perlu Anda kembangkan dalam pekerjaan.  

Kesuksesan jangka panjang tidak dapat dicapai tanpa adanya keterampilan menjalin hubungan baik dengan banyak orang. Tanpa hubungan baik, sebagian besar pencapaian jadi mustahil dan apa pun yang kita capai jadi terasa hampa.

Cara menjalin persahabatan sebenarnya mudah saja, carilah nilai-nilai kebaikan pada diri seseorang.

Saat datang masalah, sahabat menjadi pelindung. Jika Anda menghadapi hari yang buruk, tentu sahabat yang membuat Anda merasa lebih baik. Ketika Anda jatuh, sahabat juga yang membantu Anda bangkit kembali.

Seperti yang dikatakan penasihat rohani Ratu Victoria, Charles Kingsley, "Hal yang paling membahagiakan bagi setiap lelaki atau perempuan adalah memiliki seorang sahabat. Seorang pribadi yang dapat kita percaya sepenuhnya, yang mengetahui apa yang terbaik dan terburuk bagi kita, dan tetap mengasihi kita walaupun kita punya banyak kesalahan."

- anne ahira -
More aboutBersahabatlah di Lingkup Pekerjaan